Menyikap Tabir Diri


58141_600819333262038_1827390806_n

” Semakin kita mengerti akan makna kehidupan, maka kita akan senantiasa yakin untuk melangkah, walau berjuta kerikil kan menghalangi langkah kaki kita, kita taakan pernah menyerah karena kita tahu dengan berjuta kerikil itu lah kita kan menemukan arti kehidupan”

Seandainya aku mampu mengubah dunia. maka akan aku rubah seorang diri. begitulah sejatinya manusia, keangkuhan dalam melangkah, egoisme dalam diri. Meniadakan apa yang telah ada. Apa yang menjadikan manusia sedemikian rupa? tentu ini adalah sebuah gambaran yang mesti tersadari.

Ketika engkau menengok diri makaengkau akan menemukan betapa sebenarnya engkau adalah manusia yang tak bernilai. apa yang ada dalam dirimu hanyalah seenggok ketaataan, selebihnya balutan pengingkaran. Apa diri kita justru masih menyangkal, bagaimana mungkin diri ini penuh pengingkaran?

Apa yang ada dalam dirimu kini, coba lihat? mampukah kau menjawab dengan ketulusan hati? kejujuran jiwa?

Apa? ada apa?

Jujurlah pada diri dan kehidupan ,kita semua berada dalam penyimpangan, kita hidup dalam ketidakwajaran. berjalan menyusuri kehidupan ini seolah kita adalah orang paling baik, paling taat, danpaling benar. Sehingga kita enggan untuk mengatakan bahwa diri tak lagi lalai.Oh, tidak. Apa justru hati kita tidak lagi resah dengan keaadaan yang sepertiini. lalu dimana letak Qolbu yang bersih

Begitulah kita semua sebagai insan manusia,

Ingat, dan ingatlah hidup adalah sebuah perjuangan, bagian dari perjalan kehidupan. Akankah kita merentas misi kehidupan mulia atau justru merentas jalan kehinaan. Apa yang terjadi kini,mamun diantara kita tidak sedikit yang mengabaikannya dalam melangkah. Hidup yang serba cepat dan instant menjadi jalan utama meraih sukses merupakan konsep terbesar bagi kita sang pencinta dunia. Tidak banyak orang sukses berjiwa pejuang, karenanya hidup semakin rapuh dan mencekam.

Sadarkah diantara kita, betapa Rabb Semesta Alam telah menempatkan kamera-kamera kehidupan disekitar kita. bahkan mungkin kita sadar dan teramat sadar. bahkan mungkin kita tahu dan teramat tahu. atau bahkan mungkin kita paham dan teramat paham tentang itu. Tapi apalah kita, sekali lagi penuh dengan pengingkaran padaNya. Iyah, Kamera Allah lebih canggih dan hebat, sekenario yang dibuat dan dikehendak-Nya begitu luar biasa.Tidak akan kalah oleh kecanggihan teknologi makhluk-Nya.

“Sesungguhnya Allah Maha Melihatlagi Maha Mengetahui”

Apa mungkin justru kita bingung dengan arah dan tujuan hidup kita? Padahal Islam sebagai rahmatan lil alamin senantiasa menyirami dengan kesyahduannya. Apa benar mungkin? jika benar,tentulah ini adalah kematian hati diantara kita semua. Innalillahi,Naudzubillah. Bagaimana mungkin itu dapat terjadi? Sadarkah jika itu yang terjati, dimanakah engkau mampu mengenal sejatinya Rabb Kehidupan Semesta AlamIni?

“Ya Allah tetapkan hati kami dalam Agamamu dan dalamketaatan kepadaMu”

Mari reflesikan hati, tanyakan pada diri dengan sebuah kejujuran. Masih adakah keimanan dalam diri?

Inilah hidup, Perjalanan panjang ini penuh dengan duri. tapi, ingatlah setiap goncangan, hambatan dan ujian yang dihadapi kita merupakan nikmat yang sangat besar yang Allah berikan kepadakita. Dan Itu semua merupakan teman yang mendorong dan mendukung kita agar terus dengan ikhlas, tawakal menyusuri langkah kita kepada ALlah Swt.

Ingat Firman Allah;

“ Karena sesungguhnya setelah kelulitan itu ada kemudahan” ( Q.S Al-Insyiroh:5)

“ Allahu ghoyauta” Allahadalah tujuan kita.

Ketika qolbu tergores, terluka bahkan teris-iris. Serahkanlah Pada Rabb Yang Memiliki Hati ini, kelak ini kan menjadi saksi atas perjuangan atas perjalan panjang ini. “ segores luka di jalan Allah kanmenjadi saksi pengorbanan” (Bingkai kehidupan)

Meski ditimpa apapun dalam hidup kita, kita harus tetap teguh dalam pendirian ini seperti air direlung lautan yang dalam. Tidak akam tergoncang, walupun ombak badai saling menerjang. Orang yang sukses dalam kehidupan dan senantiasa berjuang juga hatinya terdapat padahati yang sehat dan bersih. Dan diantaranya ciri orang yang hatinya sehat adalah hidupnya diselimuti mahabbah (kecintaan) dan tawakal’alallah.

Mari perbaharui kembali keimanan dalam diri kita. “Berakit-rakit kita kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

Allahualam Bissawwab.

Penulis : Ramadhan Aziz
Staff Humas Kammi Komisariat Madani
Gambar : https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/58141_600819333262038_1827390806_n.jpg
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s